Monday, October 27, 2014

NIGHT OF THE DEMONS (1988)




 NIGHT OF THE DEMONS (1988)
Sutradara: Kevin S. Tenney
U.S.A.

Saya selalu tertarik dengan budaya halloween. Saya tidak peduli entah itu budaya barat, timur, utara, selatan, tenggara, atau barat daya sekalipun, tapi setiap kali melihat perayaan Halloween di TV atau di dalam film, kelihatannya sangat fun! Bukan pesta mewah dalam klub yang saya sebut fun, tapi bagaimana orang-orang dari mulai anak kecil hingga dewasa berpesta di jalanan dengan kostum mereka yang bervariasi. Lebih menarik saat mereka buat sendiri kostumnya. Rumah-rumah pun dihiasi dengan dekorasi "seram" dari mulai hantu, kelelawar, tengkorak, labu halloween, nenek sihir, hingga properti-properti serius seperti mayat palsu, tangan putus dan lain sebagainya. Sebagai penyuka film horror, tentu saja semua itu tampaknya sangat menyenangkan.

Sedikit info, malam Halloween adalah sebuah malam yang dipercaya sebagai malam dimana seluruh roh jahat, isi neraka, hantu, setan, apapun namanya itu, bebas berkeliaran di muka bumi. Ini adalah sebuah kepercayaan bangsa celtic kuno, yang kemudian diadaptasi oleh kehidupan modern sebagai alasan untuk menambah hari untuk berpesta.

Dilihat dari judul film ini saja, sudah jelas Night of the Demons adalah film bertema Halloween. Artinya film ini akan bakal cukup fun untuk disimak, walaupun bukan film bertema Halloween terbaik yang pernah saya tonton. 



Pada suatu malam halloween, di sebuah kota kecil yang rasanya tak disebutkan namanya, para anak muda berencana berpesta seperti umumnya perayaan halloween. Judy, karakter utama dalam film ini, tengah mempersiapkan diri sambil menunggu kekasihnya yang brengsek menjemput. Rencananya, mereka akan pergi ke sebuah pesta dansa biasa. Judy memilih kostum Alice dari Alice in Wonderland. Namun kekasihnya mengabarkan bahwa ada perubahan rencana karena ada pesta yang lebih menarik. Terlebih lagi, para sahabat merekapun akan ikut dalam pesta ini. Judy tak bisa menolak, walaupun ia tak begitu tertarik dengan pesta ini. Pesta ini adalah pesta rahasia, tak semua orang diundang. 

Adalah Angela, yang berinisiatif menjadi host pesta tersebut, dan ia mengundang hanya beberapa teman saja yang ia pilih. Sebenarnya di lingkungan sekolahnya, Angela dikenal sebagai sosok gadis yang aneh, mungkin karena adanya rumor yang mengatakan bahwa dia tertarik dengan hal-hal supranatural, bahkan beberapa orang bilang dia melakukan praktik sihir.

Yang menarik adalah, pesta tersebut diadakan bukan di rumah Angela, melainkan di sebuah mortuary (tempat biasa mayat disimpan sebelum dikubur, dibalsem, dimandikan dan dipersiapkan. Mungkin tak begitu umum di Indonesia, karena mortuary-nya indonesia cukup di kamar mayat rumah sakit. Jadi saya akan tetap menggunakan bahasa aslinya saja untuk hal ini). Tentu saja mortuary ini sudah tidak beroperasi lagi sejak lama. Penduduk kota sekitar menyebut mortuary tersebut sebagai Hull House, dan memiliki reputasi angker. 

 Penampakan Hull House dari kejauhan, lengkap dengan pohon-pohon kering dan full moon nya!

Tersiar rumor bahwa Hull House adalah sebuah tempat terkutuk, karena dibangun di atas sebuah tanah yang dipercaya memiliki kekuatan jahat dan terkutuk sejak jaman suku indian masih mendiami daerah tersebut. Bahkan keluarga Hull, yang terakhir kali tinggal dan bekerja di rumah tersebut, semua mati dengan cara mengenaskan. Kepala keluarga Hull membantai seluruh anggota keluarganya, lalu bunuh diri. Rumor mengatakan bahwa Hull House bukan saja berhantu, tetapi juga dirasuki kekuatan jahat.

Tapi anak muda yang hendak berpesta bukanlah kelompok orang yang mempercayai hal-hal seperti itu begitu saja. Tentu saja, ide untuk berpesta Halloween di sebuah rumah yang katanya mengandung kekuatan jahat, adalah ide yang sangat menarik dan cool bagi mereka.

 Lihat betapa keren boombox yang mereka gunakan untuk berpesta!  Sayangnya bukan lagu TSOL yang mereka putar.

Akhirnya Angela dan teman-temannya memulai pesta mereka. Pada saat musik bersenandung dan semua berdansa, tiba2 boombox yang mereka gunakan mendadak mati. Bisa jadi karena kehabisan baterai, atau mungkin karena hal lain yang bersifat mistis. Untuk membunuh rasa bosan sejak hilangnya musik, akhirnya Angela mengajak teman-temannya untuk melakukan sebuah permainan ritual supranatural. Mereka berkumpul di depan sebuah cermin besar dan berkonsentrasi. Angela yang memimpin permainan berkata, bahwa mereka bisa melihat masa lalu di dalam cermin kalau mereka cukup berkonsentrasi. Tak ada salahnya mencoba, toh mereka tidak percaya dengan hal-hal semacam itu. Salah seorang gadis yang ikut bermain, tiba-tiba melihat sesosok setan/monster di cermin, lalu gambaran mayat yang jatuh, Dan tiba-tiba cermin besar itu pun jatuh hingga pecah. Saat itulah kekuatan jahat mulai keluar berkeliaran di bumi. Hal ganjil mulai terjadi, dan satu persatu dari merekapun dirasuki, dan berusaha membunuh temannya yang belum dirasuki. 

 Saat boombox secara gaib tiba-tiba berfungsi lagi tanpa baterai, Angela yang mulai kerasukan, menari diiringi lagu "Stigmata Martyr" dari band post-punk Bauhaus.


Secara keseluruhan, saya cukup menikmati film ini. Cukup ringan dan bukan tipe film horror yang menyeramkan, tapi cukup menghibur untuk setidaknya ditonton satu kali seumur hidup. Mungkin ini terlalu personal, tapi seperti saya bilang, saya selalu tertarik dengan budaya Halloween. Saya tak bisa bilang kalau film ini masuk dalam kategori film yang sangat bagus, tapi juga ini bukan film jelek. Setidaknya, saya tak merasa telah membuang waktu saya setelah selesai menonton film ini. Tentu saja tak ada hal baru yang ditawarkan dalam film ini, dari mulai ide cerita dan lainnya. Film ini seperti Evil Dead dengan tema pesta halloween. Anak muda berpesta, dengan naif bermain-main dengan penghuni neraka, lalu mati satu persatu. Tak ada yang menjijikkan juga dalam film ini (kecuali kamu tak tahan melihat darah dan bola mata pecah), dan tidak ada juga yang menyeramkan (kecuali kamu mudah merasa takut, tentu saja). Tak ada sensasi apapun yang saya rasakan setelah menyaksikan film ini. Tapi saya tak akan komplain soal itu, saya anggap film ini adalah sebuah proyek fun saja, yang ditonton dengan tujuan fun juga. 

Perhatikan stiker pada mobil ini, Exodus, Bonded by Blood!

PERINGATAN (untuk mereka yang peduli)
Film ini mengandung adegan kekerasan, seksualitas, kata-kata kasar, darah, tangan putus, bola mata pecah, dan lain sebagainya. 

PELAJARAN
Bawa baterai cadangan untuk boombox-mu!

SCORE!
2 dari 5

TRAILER

1 comment:

  1. keren reviewnya, ditunggu review selanjutnya dan ditunggu juga bagi2 koleksi film nya hehe

    ReplyDelete